Friday, 21 August 2026

INDONESIA : MERDEKA TETAP MERDEKA

 Ilmu pendidikan Islam kali ini akan membahas tentang bulan istimewa milik rakyat Indonesia. Bulan di mana Rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaan dengan sangat lantang "Merdeka, merdeka, merdeka !" yaitu Kamis, 17 Agustus 1945





Pada bulan kemerdekaan Indonesia ini, bulan di mana betapa bangganya Indonesia berdiri tegak di atas kaki sendiri sambil berteriak "merdeka !". Bulan di mana betapa sangat bahagianya rakyat Indonesia atas terlepasnya dari kekejaman penjajahan. Bulan di mana tidak satu detik pun dilewatkan oleh mereka agar menyaksikan bendera berkibar di atas bumi tanah sendiri. Perjuangan yang Tidak mudah, penuh derai air mata, serta darah yang bersimbah harus banyak dikorbankan. Hari-hari yang telah dilalui dengan banyak ketakutan kekhawatiran dan panik yang tiada henti. Rasa sedih, sulit, dan takut yang berbaur menjadi satu.  Dimana semua itu hanya berpegang teguh pada satu harapan yaitu Indonesia merdeka. Kemudian harapan itu benar terjadi, terlihat di depan mata Indonesia merdeka, bendera merah putih berkibar. Keniscayaan  doa, dan rasa haru berbaur menjadi satu, Indonesia Merdeka !. 

Karenanya jika hari ini kita adalah rakyat yang masih terus mengenang  itu semua, masih dengan rasa bangga dan hormat berdiri dengan tegak tanpa pamrih melakukannya. Membuktikan bahwa rasa bangga dan hormat tetap ada pada sanubari setiap diri kita. Maka adalah suatu keharusan bagi kita sebagai penerus generasi bangsa untuk selalu mengenang itu semua sebagai rasa kecintaan dan rasa bangga yang selalu diutarakan oleh sebuah perilaku. Yaitu perilaku yang dapat membuat generasi bangsa terus berdiri dan bergerak maju untuk mencapai cita-cita. Merdeka bukan hanya tentang suatu akhir dari kata yang didambakan saat penjajahan pernah terjadi. Namun merdeka juga adalah tentang memulai segala sesuatu dengan semangat pengorbanan bahwa cita-cita bangsa adalah terus mewujudkan rakyat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Mari mengenang dengan bukan hanya mengingat, namun juga untuk merasakan dan meresapi makna di balik kata merdeka yang diperjuangkan. Sulit, pedih, dan kekhawatiran kita hari ini tidak sebanding dengan apa yang pernah mereka rasakan dahulu untuk memperjuangkan Indonesia merdeka dengan tangan sendiri. Apa yang kita tonton hari ini dan apa yang kita sedang khawatirkan hari ini adalah haruslah tentang terus mengisi kemerdekaan untuk kebaikan, membentuk generasi emas di masa mendatang. 




Generasi yang akan terus menciptakan kedamaian dan ketentraman untuk peradaban negeri Indonesia tercinta. Generasi yang akan menjadi pemimpin negeri yang akan membawa rakyat-rakyatnya bahagia dan penuh sejahtera. Jika pahlawan dahulu mampu untuk meraih cita-cita bangsa dengan hanya berpegang teguh dengan kata merdeka. Maka tentu kita hari ini juga dapat mencapai cita-cita bangsa dengan berpegang teguh pada kata Indonesia merdeka, adil, dan sejahtera. 

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat baik. Berpegang teguh pada kata Indonesia merdeka, adil dan sejahtera adalah impian yang sangat akan mungkin terjadi. Menciptakan generasi muda yang memiliki inovasi yang baik di segala bidang juga meregulasikan kepada yang lebih tua untuk dapat menggali dan menciptakan potensi kepemimpinan yang ada adalah kekuatan besar untuk mencapai Indonesia yang adil dan sejahtera. Bersyaratkan dengan saling hormat menghormati serta harga dan menghargai adalah langkah yang harus diteladani dari kisah Rengasdengklok yang pernah terjadi pada peristiwa bersejarah yang menghantarkan Indonesia merdeka.

Peristiwa Ketika golongan tua dan golongan muda saling terhubung satu sama lain. Bermusyawarah untuk menciptakan kata mufakat dalam satu suara dan satu tujuan adalah yang menghantarkan Indonesia pada kata merdeka. Tentu ada perbedaan suara, ada ego dan idealis yang berbaur di saat itu. Namun semua diruntuhkan, oleh sikap rendah hati dan jiwa semangat patriot. Saling menyadari bahwa di atas itu semua ada satu tujuan besar yang sejatinya sama ingin mereka capai yaitu merdeka. Melalui sentimen yang berbeda dan sudut pandang yang tentu berbeda pula, namun melalui Semangat perjuangan yang sama. Pada akhirnya Indonesia berdiri dengan tegak hingga saat ini diatas kaki sendiri, Indonesia merdeka. Maka melalui hikmah dari peristiwa ini pula dapat menjadi arah dan cara yang sama untuk mencapai cita-cita Indonesia ke depan.

Mencapai kemerdekaan indonesia agar terus berdiri dikaki sendiri. Tidak menggantungkan harapan pada bangsa lain. Menjadi negara yang beradidaya dan tangguh secara mandiri untuk mengayomi rakyatnya. Mengisi kemerdekaan di dalamnya dengan terus terpatri bahwa merdeka harus dimiliki oleh bangsa Indonesia hingga nanti. Merdeka dari segala penjajahan dan penindasan yang tidak berperikemanusiaan dan berkeadilan. Rakyat Indonesia yang dapat berdiri menopang kehidupan mereka sendiri. Sejahtera hidup dan makmur atas usaha dan perjuangan sendiri. Mandiri dan tidak bergantung kepada negara lain yang sewaktu-waktu dapat merugikan Indonesia sendiri adalah tugas utama kita hari ini. Dengan berpegang teguh pada cara yang sama, Saling berkolaborasi antara golongan yang tua dan golongan yang muda untuk dapat menghantarkan Indonesia merdeka dari segala penjajahan. Juga mengisi kemerdekaan itu dengan segala kebaikan yang menghantarkan pada cita-cita bangsa  yaitu Indonesia adil, makmur, dan sejahtera.

Dirgahayu Indonesiaku, aku bangga menjadi bagian darimu !