Sunday, 28 June 2026

MENJADI SEORANG GURU DI ERA SOCIETY DAN REVOLUSI INDUSTRI

 IlmuPendidikanIslam _guru di era society dan revolusi industri seperti saat ini adalah seorang guru yang memiliki kemajuan dalam bidang informasi dan teknologi. Era society dan revolusi industri adalah era transisi yaitu segala informasi dan sistem kerja yang dilakukan dengan cepat tepat lewat bantuan kecanggihan teknologi. Di era ini semua akses informasi didapatkan dengan sangat mudah. Kemudahan itu dapat kita rasakan dari tersedianya berbagai bentuk aplikasi dan media komunikasi virtual online yang biasa kita pergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Juga kemudahan dalam sistem kerja yaitu dengan alat bantuan teknologi canggih yang saat ini sudah dipergunakan di berbagai bidang dan salah satunya yang paling terdampak adalah di bidang pendidikan.




Guru di era ini bukan lagi membahas tentang kesulitan mereka dalam mencari informasi atau alat praktek apa yang cocok sebagai media pengganti belajar. Namun guru di era ini adalah guru yang sudah harus dapat memastikan informasi yang mereka dapatkan benar-benar sehat untuk dapat dikonsumsi sebagai bahan belajar bersama peserta didik mereka. Segala informasi didapatkan dengan sangat mudah dan di manapun guru itu berada. Akan tetapi kesehatan informasi dan kelayakan untuk dikonsumsi sebagai bahan belajar adalah tugas utama guru saat ini. 

Begitu pula praktek belajar menggunakan media. Guru di era ini bukan lagi kesulitan dalam mencari media belajar atau juga bimbang bagaimana dalam mendapatkan media belajar karena keterbatasan ketersediaannya. Akan tetapi guru saat ini lebih dituntut untuk harus menyeimbangi kecanggihan teknologi dan media belajar yang telah ada dan tersedia agar dapat dipergunakan dengan baik. Sehingganya ketersediaan alat atau media belajar bukan lagi hal yang diperbincangkan apalagi dipermasalahkan. Akan tetapi bagaimana mempergunakan segala akses alat informasi dan kecanggihan teknologi sebagai media belajar tersebut lah yang menjadi tuntutan dan tantangan baru di era society dan revolusi industri seperti saat ini.

Maka oleh karenanya, guru yang memiliki kemajuan dalam bidang informasi dan teknologi tentu akan cepat bertumbuh dan berkembang. Hal ini karena pada dasarnya sudah menjadi tuntutan di era ini, menjadi seorang guru haruslah sudah mampu menyeimbangi kedua kecanggihan tersebut. Apabila guru  memiliki keterbatasan di salah satu atau di kedua hal tersebut, maka tentu saja akan menjadi hambatan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan penggunaan media belajar. Hal ini akan berdampak pada proses pendidikan yaitu menjadi permasalahan-permasalahan baru yang mengakibatkan keterbatasan dalam belajar mengajar peserta didik dan juga perkembangan bagi guru itu sendiri.

Melalui sekelumit wawasan yang telah diketahui tersebut. Terdapat poin penting yang dapat kita pahami bersama bahwa, betapapun cepat dan canggihnya informasi dan teknologi yang dipergunakan hari ini, tanpa adanya tangan penggerak dari seorang guru sebagai pengatur dan pengemudi dari kedua hal tersebut tentu saja kemajuan yang diharapkan tidak akan mungkin dapat terlaksana dengan baik. Berbagai bentuk kecanggihan teknologi dan informasi hanyalah sebagai pendukung dari kemajuan perubahan perkembangan zaman. Sedangkan pada dasarnya, semua hal yang berkembang dan bertumbuh terjadi di era ini seluruhnya tetaplah bergantung pada kecanggihan berpikir dan berprilaku dari guru itu sendiri yaitu sebagai subjek penggerak peradaban pendidikan.

Menitik beratkan beban tugas dan kelayakan menjadi seorang guru. Apabila dalam penggunaan kecanggihan informasi dan teknologi dituntut sedemikian rupa kepada dia seorang guru agar mempergunakan kedua kecanggihan tersebut dengan sebaiknya. Maka sangat pasti layak bagi guru untuk menuntut segala fasilitas belajar dan mengajar mereka sepadan sebagaimana tuntutan kedua hal tersebut mampu mereka emban. Kelayakan tersebut tentu saja berkenaan dengan waktu bagi guru menyisihkan kegiatan harian mereka untuk terus belajar,  juga fasilitas guru dalam kelayakan mereka untuk mengajar dengan baik dan tenang tanpa memikirkan hal lainnya.

Melalui terpenuhinya kelayakan guru dalam belajar dan mengajar sebagai subjek atau penggerak pendidikan. Maka sudah pasti berbagai tuntutan dan tantangan yang diemban oleh guru tersebut akan dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini karena, keberhasilan dalam dunia pendidikan dimulai dari seorang guru terpenuhinya fasilitas belajar mengajar mereka yang layak dan baik. Apabila mereka diberikan kelayakan yang sepadan dengan tugas penting yang harus mereka emban, maka akan sudah pasti Mereka guru melaksanakan tugas tersebut dengan sangat baik dan bertanggung jawab. Namun Apabila hal tersebut terjadi sebaliknya, maka tentu saja tugas dan tanggung jawab tersebut bukanlah dia seorang guru. Melainkan profesi lainnya, mengapa demikian?



Guru yang baik akan terus berdedikasi untuk anak bangsanya agar memiliki peradaban dan ilmu pengetahuan yang terus tumbuh dan berkembang untuk kemajuan negerinya. Hidup dengan layak dan juga menghidupi tanpa pamrih. Berjuang menanggalkan kebodohan dan menciptakan generasi berkemajuan sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karenanya guru yang baik dimulai dari kebaikan yang tumbuh dari dirinya. Niat dan tekad yang kuat diimbangi dengan fasilitas yang tersedia lengkap sebagai penunjang bagi mereka mengajar dan belajar. Sehingga guru yang baik adalah bagi mereka yang tetap memiliki Semangat untuk menjadi guru hebat berkemajuan ✊✊🇮🇩🇮🇩

Tuesday, 16 June 2026

PERAN KESADARAN EKOTEOLOGI DALAM MENGAHADAPI INFLANSI


 Ilmu Pendidikan Islam kali ini menyoroti isue mengenai ekonomi, agama dan khususnya pendidikan yang terjadi pada akhir ini.

Kesadaran dari berbagai situasi ekonomi, agama, dan juga pendidikan adalah kesadaran yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia. Melalui kesadaran inilah rasa tanggung jawab dan hak warga negara tercipta serta tumbuh dengan saling peduli,  bahu-membahu, menciptakan kesejahteraan hidup bersama. 

Seperti yang telah kita ketahui, berbagai media surat kabar yang tengah memberitakan tentang krisis inflasi yang terjadi pada akhir-akhir ini. Krisis inflasi terjadi dimulai dari nilai tukar barang yang tidak seimbang. Kebutuhan hidup masyarakat yaitu pangan juga barang dan jasa semakin naik, sedangkan nilai tukar mata uang semakin turun. Tentunya ini akan mempersulit perputaran ekonomi dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat ke depan.

Dalam hal tersebut pemerintahan terus berupaya, mengembalikan dan memulihkan kembali ekonomi saat ini dengan membangun kepercayaan dan sistem dalam berbagai segi untuk dapat mengembalikan kestabilan ekonomi yang beberapa waktu memburuk. Namun selain daripada upaya pemerintah, upaya dari masyarakat pun juga tentu sangat berpengaruh besar dalam membenahi dan menyeimbangkan kembali sistem ekonomi saat ini yaitu salah satunya memiliki kesadaran tentang pemahaman Ekoteologi.

Ekoteologi adalah ilmu tentang memiliki wawasan keagamaan dan pemahaman kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.


Lebih memahami tentang Ekoteologi maka dapat dibaca pada artikel ini :  Pentingnya Ekoteologi Di Madrasah


 Kesadaran tentang ekoteologi akan lebih menitik beratkan pada bagaimana seorang individu atau masyarakat dapat menyeimbangkan pemahaman keimanan agama mereka dengan kearifan lingkungan hidup di sekitar nya.  Kearifan lingkungan hidup yang dimaksud yaitu mempergunakan dan mengelola potensi alam di sekitar rumah atau lingkungan untuk dapat diberdayakan sebaik mungkin sebagai sumber penghidupan individu dan masyarakat.  

Pemenuhan kebutuhan hidup individu dan masyarakat yang tidak akan pernah terlepas dari alam tentunya terlahir dari kesadaran Ekoteologi. Karena melalui kesadaran ini akan melahirkan pemanfaatan sumber kekayaan alam dengan sebaiknya oleh masyarakat yang madani yaitu mereka yang memahami ajaran agamanya tentang mengelola lingkungan hidup dengan cara yang ma'ruf dan bermanfaat untuk kesejahteraan bersama. Maka melalui dampak tersebut, krisis inflasi yang sedang melanda dapat teratasi. Sumber daya alam adalah penopang kehidupan masyarakat  dalam situasi yang tak  terelakan seperti saat ini. Selama sumber daya alam terjaga, maka dalam situasi krisis sekalipun dampaknya dalam keberlangsungan hidup tidak akan begitu besar. Hal ini karena sumber daya pangan dan kebutuhan lainnya telah tercukupi dengan baik.

Adapun berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilakukan dan diterapkan dalam lingkungan alam sekitar khususnya di rumah yaitu :

1. Budidaya Tanaman, seperti menanam sayur-sayuran hidroponik maupun organik seperti kangkung, bayam, sawi hijau, cabai, dan lainnya.

2. Apotek Hidup yaitu menanam tanaman obat-obatan atau herbal disekitar rumah seperti jahe, kunyit, sirih, dan daun Salam untuk kebutuhan kesehatan.

3. Menanam dalam pot yaitu budidaya tanaman buah jeruk, mangga, rambutan dan lainnya di dalam pot. 

4. Pengelolaan daur ulang seperti pembuatan kompos dari sayuran atau kulit buah. 

5. Pembuatan resapan air yaitu mencegah genangan air atau juga menampung cadangan air tanah saat musim hujan.

6. Kolam budidaya yaitu dengan memanfaatkan ember besar atau kolam kecil yang dipergunakan untuk budidaya ikan. Ikan tersebut tentu dapat dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari seperti ikan gurame, nila, atau lele dan lainnya.

7. Pembuatan area kompos yaitu area yang dipergunakan untuk mengelola sampah yang dipergunakan untuk nutrisi tanaman.



Melalui beberapa upaya di atas, maka penguatan sistem ketahanan pangan pada setiap individu hingga masyarakat akan tercapai dengan baik. Melalui terjaganya sistem ketahanan pangan dari individu per individu atau home to home hingga berdampak ke masyarakat, maka krisis ataupun inflansi ekonomi yang terjadi dalam suatu negara akan dapat dengan mudah teratasi. Hal ini  karena melalui sistem ketahanan pangan yang datang dari rumah ke rumah tersebut, akan menjadi awal tercipta masyarakat madani yang bukan hanya dari pemerintahan yang sanggup mengatasi krisis dengan cepat ataupun masyarakat yang patuh dalam aturan perekonomian. Akan tetapi, mereka adalah para pemimpin pemerintahan yang mampu menjaga kestabilan perekonomian negara dan memulihkan kondisi pangan dan krisis inflasi yang terjadi, serta para masyarakat yang  mampu berinovasi dan berkreasi menumbuhkan sistem ketahanan ekonomi pangan secara mandiri dari rumah sendiri. Melalui kestabilan pangan di dalam rumah-rumah masyarakat tersebut, secara tidak langsung kestabilan ekonomi suatu negara  akan terjaga dengan sebaiknya. Sekalipun pada saat tertentu tanpa diduga, krisis ekonomi global datang melanda disetiap negara.